Rabu, 12 Maret 2014

JUKRAN UBALOKA NO. 034 TAHUN 2009



 1
KEPUTUSAN
KWARTIR DAERAH 11 JAWA TENGAH
NOMOR : 034 TAHUN 2009    

TENTANG
PETUNJUK PENYELENGGARAAN
UNIT BANTU PERTOLONGAN PRAMUKA
(UBALOKA)
KWARTIR DAERAH 11 JAWA TENGAH

Ketua Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah

Menimbang  :  1.  Bahwa  Gerakan  Pramuka  sebagai  satu-satunya
organisasi  kepanduan  di  Indonesia,  dengan  tidak
meninggalkan  Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metodik
Kepramukaan  mempunyai  tugas  pokok
menyelenggarakan  Pendidikan  dan  Pelatihan  bagi
peserta  didik  Gerakan  Pramuka  khususnya  Pramuka
Penegak dan Pramuka Pandega ;
2.  Bahwa Pendidikan dan Pelatihan bagi Pramuka Penegak
dan  Pramuka  Pandega  diarahkan  pada  peningkatan
ketrampilan,  penguasaan  kemampuan  sehingga
tercetak  kader-kader  pemimpin  yang  berkepribadian,
berwatak  dan  berbudi  pekerti  luhur  yang  kuat mental,
tinggi moral, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa dalam rangka pengabdianya kepada  Gerakan
Pramuka  dan  kehidupan  sosial  masyarakat  pada
umumnya ;
3.  Bahwa Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah mempunyai satu
wadah unit kegiatan khusus bagi Pramuka Penegak dan
Pramuka Pandega dengan nama Unit Bantu Pertolongan
Pramuka  sebagai wadah dibidang kegiatan pertolongan
kemanusiaan ;
4.  Bahwa  perlu  disusun  suatu  Petunjuk  Penyelenggaraan
yang  mengatur  tentang  Unit  Bantu  Pertolongan
Pramuka  sebagai  Tindak  lanjut  dan  pedoman  bagi
Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah untuk ikut terlibat aktif
dalam kegiatan pertolongan kemanusiaan.
 
Mengingat  :  1.  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan
Pramuka ;
2.  Keputusan   Kwartir  Nasional  Gerakan  Pramuka
Nomor   080  Tahun  1988  tentang  Pola  dan Mekanisme
Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega ;
3.  Keputusan  Kwartir  Nasional  Gerakan  Pramuka  Nomor
214  Tahun  2007  tentang  Petunjuk  Penyelenggaraan
Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
Memperhatikan  :  Hasil Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Penegak
Puteri Putera Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah  Tanggal 28 –
30 Oktober 2008 tentang beberapa perubahan dan merevisi
SK  Kwarda  No  004  Tahun  2007  tentang  PP  Ubaloka
terdahulu;   2

MEMUTUSKAN

Menetapkan  :  

P e r t a m a  :  Mencabut surat keterangan Kwartir Daerah 11  Jawa Tengah
nomor  004  tahun  2007  tentang  petunjuk  penyelenggaraan
Unit  Bantu  Pertolongan  Pramuka  (Ubaloka)  Kwartir  Daerah
11 Jawa Tengah ;
K e d u a  :  Petunjuk  Penyelenggaraan  Unit  Bantu  Pertolongan  Pramuka
(Ubaloka)  Kwartir  Daerah  11  Jawa  Tengah  sebagai  satu
pedoman  dalam  penyelenggaraan  Unit  Bantu  Pertolongan
Pramuka  (Ubaloka)  di  Jajaran  Kwartir  Daerah  11  Jawa
Tengah  sebagaimana  tercantum  dalam  lampiran  keputusan
ini;
K e t i g a  :  Keputusan  ini berlaku sejak  tanggal ditetapkan. Dan apabila
di  kemudian  hari  terdapat  kekeliruan  akan  diadakan
pembetulan sebagaimana mestinya.


  Ditetapkan di   :  S e m a r a n g
  Pada tanggal    :  26 Maret 2009

  Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah
  Ketua,
   



   Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M. Sc



Tembusan disampaikan kepada Yth :
1.      Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Jakarta;
2.      Gubernur Jawa Tengah selaku Ka Mabida Gerakan Pramuka Jawa Tengah;
3.      Ketua Kwartir Cabang se-Jawa Tengah;
4.      Ketua Dewan Kerja Nasional Gerakan Pramuka di Jakarta;
5.      Ketua Dewan Kerja Daerah Jawa Tengah;
6.      Ketua Dewan Kerja Cabang se-Jawa Tengah;
7.      Pertinggal.   3
LAMPIRAN
SURAT KEPUTUSAN
KWARTIR DAERAH 11 JAWA TENGAH

NOMOR : 034 TAHUN 2009    

TENTANG
PETUNJUK PENYELENGGARAAN
UNIT BANTU PERTOLONGAN PRAMUKA
KWARTIR DAERAH 11 JAWA TENGAH


 BAB I
PENDAHULUAN

1.  UMUM
Gerakan  Pramuka  merupakan  satu-satunya  organisasi  kepanduan  di
Indonesia  yang  melaksanakan  pembinaan  terhadap  peserta  didik  dengan
menggunakan  Prinsip-prinsip  Dasar  Metodik  Pendidikan  Kepramukaan.
Pembinaan  tersebut  diarahkan  kepada  peningkatan  kemampuan,
keterampilan dan kedisiplinan.

Gerakan  Pramuka  dengan  jumlah  anggotanya  yang  cukup  besar merupakan
salah satu sumber potensi yang dapat dimanfaatkan dalam usaha pertolongan
dan tugas-tugas kemanusiaan.

Sebagai  upaya  untuk  meningkatkan  potensi  tersebut,  maka  perlu  adanya
suatu wadah  pembinaan  guna menampung  anggota Gerakan  Pramuka  yang
berminat  dan  berkemampuan  dibidang  pertolongan  dan  tugas  -  tugas
kemanusiaan  serta  pelestarian  alam  sebagai  wujud  nyata  pelaksanaan  Tri
Satya dan Dasa Darma yaitu menolong sesama hidup yang didasari rasa cinta
alam dan kasih sayang sesama manusia.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka perlu kiranya Kwartir Daerah
11  Jawa  Tengah menerbitkan  petunjuk  pelaksanaan Unit  Bantu  Pertolongan
Pramuka  yang  dapat  dijadikan  suatu  wadah  pendidikan,  pembinaan  dan
pelatihan bagi kader Gerakan Pramuka.

2.  DASAR PENYELENGGARAAN
a.  Keputusan  Presiden  Republik  Indonesia  No.  238/1961  jo  Keputusan
Presiden Republik Indonesia No. 104/ 2004 tentang Pengesahan Anggaran
Dasar Gerakan Pramuka.
b.  Keputusan  Kwartir  Nasional  Gerakan  Pramuka  No.  086  /  2005  tentang
Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
c.  Keputusan  Kwartir  Nasional  Gerakan  Pramuka  No.  080  tahun  1988
tentang  Pola dan Mekanisme  Pembinaan  Pramuka  Penegak dan  Pramuka
Pandega.

3.  MAKSUD DAN TUJUAN
a.  Maksud
Maksud  dibentuknya  Petunjuk  Penyelenggaraan  Unit  Bantu  Pertolongan
Pramuka adalah sebagai pedoman bagi Kwartir Cabang di  jajaran Kwartir
Daerah 11 Jawa Tengah dalam menyelenggarakan Unit Bantu Pertolongan
Pramuka.
b.  Tujuan
Tujuan  dibentuknya  Petunjuk  Penyelenggaraan  Unit  Bantu  Pertolongan
Pramuka adalah :
(1).  Sebagai  acuan  dalam  penyelenggaraan  Unit  Bantu  Pertolongan
Pramuka di jajaran Kwartir di Jawa Tengah.   4
(2).  Untuk menyamakan arah gerak dan  langkah dalam penyelenggaraan
Unit  Bantu  Pertolongan  Pramuka  di  jajaran  Kwartir  Daerah  11  Jawa
Tengah.

4.  SASARAN
Sasaran  dari  Petunjuk  Penyelenggaraan  Unit  Bantu  Pertolongan  Pramuka
adalah terbentuknya Unit-unit Bantu Pertolongan Pramuka yang memiliki arah
gerak dan langkah yang sama di jajaran Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah.
5.  RUANG LINGKUP
Petunjuk Penyelenggaraan Unit Bantu Pertolongan Pramuka ini meliputi :
a.   BAB I    Pendahuluan
b.   BAB II              Pengertian
c.   BAB III       Maksud, Tujuan dan Sasaran
d.   BAB IV       Struktur Organisasi
e.   BAB V         Mekanisme Organisasi
f.    BAB VI        Keanggotaan
g.   BAB VII        Sanksi
h.   BAB VIII       Hak dan Kewajiban Anggota
i.    BAB IX       Pendidikan
j.    BAB X        Amsal
k.   BAB XI       Bendera Ubaloka
l.   BAB XII  Brevet
m.  BAB XIII     Sandi dan Logo
n.   BAB XIV       Seragam dan Kartu Tanda Anggota
o.   BAB XV        Pembiayaan
p.   BAB XVI        Penutup
 
BAB II
PENGERTIAN

6.  PENGERTIAN
a.  SAR kependekan dari Search And Rescue yang berarti kegiatan atau usaha
pencarian  dan  pertolongan   terhadap  korban  suatu  musibah  ataupun
bencana.
b.  Unit Bantu Pertolongan Pramuka adalah wadah kegiatan Pramuka Penegak
dan Pramuka Pandega Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah yang dalam bidang
pertolongan dan merupakan unit kegiatan Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah
dalam kerangka peduli terhadap lingkungan dan sesama manusia.
(1).  Unit; adalah suatu kesatuan yang terdiri dari individu-individu terdidik,
berkepribadian,  percaya  diri,  berdisiplin  tinggi, memiliki  kemampuan
dan  keterampilan  serta  memiliki  rasa  tanggung  jawab  dalam
pengabdian kepada Gerakan Pramuka dan masyarakat pada umumnya.
(2).  Bantu;  adalah  memberikan  bantuan  pertolongan  atau  bantuan
pertama  yang  dilandasi  prinsip  kesukarelaan   serta  bekerja  sama
dengan satuan-satuan pertolongan yang lain.
(3).  Pertolongan;  adalah  sikap  atau  tindakan  penyelamatan  yang  dijiwai
rasa tanggung jawab yang baik terhadap Tuhan, masyarakat maupun
negara dengan dasar rasa kemanusiaan tanpa membedakan siapapun
atau memandang suatu apapun.
(4).  Pramuka; yang dimaksud adalah sebagai  identitas, bahwa Unit Bantu
Pertolongan Pramuka anggotanya adalah anggota Gerakan Pramuka.
c.  Brevet adalah tanda kualifikasi kemampuan dari anggota Ubaloka Kwartir
Daerah 11 Jawa Tengah.
d.  Amsal  adalah  motto  atau  semboyan  Unit  Bantu  Pertolongan  Pramuka
Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah.
e.  Sandi  adalah  rangkaian  kata-kata  bermakna   yang  susunannya  bersifat
tetap  sebagai  landasan  moral  dan  tingkah  laku  anggota  Unit  Bantu
Pertolongan Pramuka Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah.   5
f.  Gladi  Tangguh  adalah  pendidikan  dan  pelatihan  bagi  calon  anggota  Unit
Bantu  Pertolongan  Pramuka  Kwartir  Daerah  11  Jawa  Tengah  dengan
persyaratan tertentu.
g.  Gladi  Mantap  adalah  pendidikan  dan  pelatihan  bagi  anggota  Unit  Bantu
Pertolongan Pramuka yang mengarah pada pemantapan serta peningkatan
ketrampilan yang dimiliki anggota Unit Bantu Pertolongan Pramuka Kwartir
Daerah 11 Jawa Tengah.
h.  Kurikulum adalah bahan atau materi pokok pendidikan dan pelatihan Unit
Bantu Pertolongan Pramuka Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah.
 7. NAMA
Nama  dari  unit  kegiatan  ini  adalah  Unit  Bantu  Pertolongan  Pramuka,  yang
kemudian disingkat Ubaloka.

BAB III
MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN

8.  MAKSUD
Maksud  dibentuknya  Ubaloka  adalah  untuk  menyalurkan,  mengarahkan,
membina  dan  mengembangkan  potensi  Gerakan  Pramuka  khususnya
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang berminat dan berkemampuan
dalam usaha pertolongan dan tugas-tugas  kemanusiaan lainnya.
9.  TUJUAN
a.  Tujuan umum dibentuknya Ubaloka adalah :
(1). Meningkatkan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
(2). Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat,
bangsa dan negara melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.
(3). Meningkatkan  rasa  tanggung  jawab  terhadap  kelestarian  lingkungan
dan alam semesta.
(4). Meningkatkan kerjasama dengan organisasi lain yang bergerak dalam
bidang  kemanusiaan  dan  mempunyai  keprihatinan  yang  sama
terhadap keselamatan sesama manusia dan makhluk hidup lainnya.
b.  Tujuan Khusus dibentuknya Ubaloka adalah :
(1). Mengembangkan materi  latihan kepramukaan yang berkaitan dengan
usaha-usaha pertolongan.
(2). Meningkatkan  keterampilan  dan  kemampuan  Pramuka  Penegak  dan
Pramuka  Pandega  dalam  upaya  penanganan  atau  pertolongan
kecelakaan, musibah bencana alam dilingkungannya.
10.  SASARAN
Terbentuknya  satuan  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  yang  siap,
cakap  dan  tanggap  dalam  memberikan  pertolongan  terhadap  kecelakaan,
musibah dan bencana yang terjadi kapan dan dimanapun secara cepat, tepat
dan benar.
 
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI

11. MAJELIS PEMBINA
a.   Penanggung Jawab Umum
(1).  Penanggung Jawab Daerah adalah Ketua Kwartir Daerah 11 Jawa
Tengah
(2).  Penanggung Jawab Cabang adalah Ketua Kwartir Cabang
b.   Penasehat
(1). Penasehat Daerah terdiri dari :
(a). Wakil  Ketua  Kwartir  Daerah  11  Jawa  Tengah  Bidang  Program
Peserta Didik (Prodik)
(b). Wakil Ketua Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah Bidang Binawasa
(c).  Wakil Ketua Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah Bidang Manajemen,
Humas dan Komunikasi (MHK)   6
(d). Wakil  Ketua  Kwartir  Daerah  11  Jawa  Tengah  Bidang  Keuangan
dan Usaha
(e).  Sekretaris Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah dan atau
(f).  Instansi lain yang memiliki kemampuan dibidang pertolongan dan
penanganan  bencana  yang  ditunjuk  Kwartir  Daerah  11  Jawa
Tengah.
(2). Penasehat Cabang terdiri dari :
(a).  Para Wakil Ketua Kwartir Cabang
(b).  Sekretaris Cabang dan atau
(c).  Instansi lain yang memiliki kemampuan dibidang pertolongan dan
penanganan bencana yang ditunjuk oleh Kwartir Cabang.
(3).   Pembina
(a).  Pembina Daerah beranggotakan Andalan Daerah dan atau orang
lain  yang  memiliki  kemampuan  dibidang  pertolongan  dan
penanganan bencana yang ditunjuk Kwartir Daerah.
(b).  Pembina Cabang beranggotakan Andalan Cabang dan atau orang
lain  yang  memiliki  kemampuan  dibidang  pertolongan  dan
penanganan bencana yang ditunjuk oleh Kwartir Cabang.
(4). Penanggung Jawab Teknis
(a).  Penanggung  Jawab  Teknis  Daerah  adalah  Ketua  Dewan  Kerja
Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir  Daerah  11
Jawa Tengah.
(b).  Penanggung  Jawab  Teknis  Cabang  adalah  Ketua  Dewan  Kerja
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartir Cabang.

12.  PELAKSANA  HARIAN
a.  Komandan
Komandan yang dimaksud adalah pimpinan satuan gerak Ubaloka yaitu :
(1).  Komandan  Ubaloka  Kwartir  Daerah  adalah  anggota  Dewan  Kerja
Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir  Daerah  11  Jawa
Tengah  yang  ditunjuk  oleh  Ketua  Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak
dan Pramuka Pandega Kwartir Daerah  11 Jawa Tengah.
(2).  Komandan  Ubaloka  Kwartir  Cabang  adalah  anggota  Dewan  Kerja
Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir  Cabang  yang
ditunjuk  oleh  Ketua  Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka
Pandega Kwartir Cabang.
b.  Wakil Komandan
(1).  Wakil  Komandan  Ubaloka  Kwartir  Daerah  adalah  anggota  Dewan
Kerja  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir  Daerah  11
Jawa  Tengah  yang  ditunjuk  oleh  Ketua  Dewan  Kerja  Pramuka
Penegak dan Pramuka Pandega Kwartir Daerah 11 JawaTengah.
(2).  Wakil  Komandan  Ubaloka  Kwartir  Cabang  adalah  anggota  Dewan
Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartir Cabang atau
anggota  UBALOKA  yang  tidak  menjabat  sebagai  anggota  Dewan
Kerja  Cabang  yang  ditunjuk  oleh  Ketua  Dewan  Kerja  Pramuka
Penegak dan Pramuka Pandega Kwartir Cabang.
c.  Sekretaris
(1).  Sekretaris  Ubaloka  Kwartir  Daerah  adalah  anggota  Dewan  Kerja
Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir  Daerah  11  Jawa
Tengah  yang  ditunjuk  oleh  Ketua  Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak
dan Pramuka Pandega Kwartir Daerah 11 JawaTengah.
(2).  Sekretaris  Ubaloka  Kwartir  Cabang  adalah  anggota  Dewan  Kerja
Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir  Cabang  atau
anggota Ubaloka yang tidak menjabat sebagai anggota Dewan Kerja
Cabang  yang  ditunjuk  oleh  Ketua  Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak
dan Pramuka Pandega Kwartir Cabang.
d.  Bendahara
(1).  Bendahara  Ubaloka  Kwartir  Daerah  adalah  anggota  Dewan  Kerja
Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir  Daerah  11  Jawa   7
Tengah  yang  ditunjuk  oleh  Ketua  Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak
dan Pramuka Pandega Kwartir Daerah 11 JawaTengah.
(2).  Bendahara  Ubaloka  Kwartir  Cabang  adalah  anggota  Dewan  Kerja
Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir  Cabang  atau
anggota Ubaloka yang tidak menjabat sebagai anggota Dewan Kerja
Cabang  yang  ditunjuk  oleh  Ketua  Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak
dan Pramuka Pandega Kwartir Cabang.
e.  Seksi Operasional
Kepala Seksi Operasional ( Kasie. Ops )
(1).  Kepala  Seksi  Operasional  Ubaloka  Kwartir  Daerah  adalah  anggota
Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir
Daerah  11  Jawa  Tengah  yang  ditunjuk  oleh  Ketua  Dewan  Kerja
Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir  Daerah  11
JawaTengah.
(2).  Kepala  Seksi  Operasional  Ubaloka  Kwartir  Cabang  adalah  anggota
Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir
Cabang atau anggota Ubaloka yang tidak menjabat sebagai anggota
Dewan  Kerja  Cabang  yang  ditunjuk  oleh  Ketua  Dewan  Kerja
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartir Cabang.
f.  Seksi Administrasi dan Personil
Kepala Seksi Administrasi dan Personil ( Kasie. Min )
(1).  Kepala  Seksi  Administrasi  dan  Personil  Ubaloka  Kwartir  Daerah
adalah  anggota  Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka
Pandega Kwartir Daerah 11  Jawa Tengah yang ditunjuk oleh Ketua
Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir  11
Daerah JawaTengah.
(2).  Kepala  Seksi  Administrasi  dan  Personil  Ubaloka  Kwartir  Cabang
adalah  anggota  Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka
Pandega Kwartir Cabang atau anggota Ubaloka yang tidak menjabat
sebagai  anggota  Dewan  Kerja  Cabang  yang  ditunjuk  oleh  Ketua
Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir
Cabang.
g.  Seksi Logistik
Kepala Seksi Logistik ( Kasie. Log )
(1).  Kepala Seksi Logistik Ubaloka Kwartir Daerah adalah anggota Dewan
Kerja  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir  Daerah  11
Jawa  Tengah   yang  ditunjuk  oleh  Ketua  Dewan  Kerja  Pramuka
Penegak dan Pramuka Pandega Kwartir Daerah 11 JawaTengah.
(2).  Kepala Seksi Logistik Ubaloka Kwartir Cabang adalah anggota Dewan
Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartir Cabang atau
anggota Ubaloka yang tidak menjabat sebagai anggota Dewan Kerja
Cabang  yang  ditunjuk  oleh  Ketua  Dewan  Kerja  Pramuka  Penegak
dan Pramuka Pandega Kwartir Cabang.
h.  Anggota Seksi
Anggota Seksi adalah anggota Ubaloka yang ditunjuk kepala seksi dengan
persetujuan Ketua Ubaloka
BAB V
MEKANISME ORGANISASI

13.  Struktur Organisasi Ubaloka disahkan dengan Surat Keputusan Ketua Kwartir
yang bersangkutan
14.  TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB
a.  Umum
(1).  Seluruh  pengurus  dan  anggota  Ubaloka  tergabung  dalam  keluarga
besar  Ubaloka  Kwartir  Daerah  11  Jawa  Tengah  yang  bertanggung
jawab kepada Ketua Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah.
(2).  Pelaksana  Kegiatan  atau  misi  pertolongan  dikoordinasikan  melalui
Kwartir  Daerah  11  Jawa  Tengah  c.q.  Pelaksana  Harian  Ubaloka   8
Kwartir Daerah  11  Jawa  Tengah  yang  ditindak  lanjuti  oleh  Kwartir
Cabang c.q. Pelaksana Harian Ubaloka Kwartir Cabang.
(3).  Untuk  kelancaran  pelaksanaan  tugas/misi  pertolongan  diharuskan
melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.  
b.  Majelis Pembina
(1).  Penanggung Jawab Umum
(a).  Bertanggung  jawab  terhadap  pengerahan  pasukan  Ubaloka
dalam tugas dan kegiatan yang diemban.
(b).  Memberi  bimbingan  dan  dukungan  terhadap  tugas  dan
kegiatan Ubaloka
(c).  Mengkoordinasikan  dan  mengendalikan  pelaksanaan  tugas
dan kegiatan Ubaloka
(d).  Memberi  teguran  dan  sanksi  bagi  anggota  Ubaloka  yang
melanggar kode etik kehormatan Gerakan Pramuka
(2).  Penasehat
(a).  Memberi  kontribusi  pemikiran  terhadap  pengembangan
Ubaloka
(b).  Membantu tugas penanggung jawab umum
(c).  Bertanggung  jawab  terhadap  Ketua  Kwartir  selaku
Penanggung Jawab umum
(3).  Pembina
(a).  Memberi bimbingan dan arahan  terhadap  tugas dan kegiatan
serta pengembangan Ubaloka.
(b).  Mendampingi  tugas  dan  kegiatan  yang  dilaksanakan  anggota
Ubaloka
(c).  Membantu tugas Penanggung Jawab umum
(d).  Bertanggung  jawab  terhadap  Ketua  Kwartir  selaku
Penanggung Jawab umum
(4).   Penanggung Jawab Teknis
(a).  Memberikan  dukungan  teknis  terhadap  tugas  dan  kegiatan
Ubaloka
(b).  Membantu tugas Penanggung Jawab umum
(c).  Bertanggung   jawab  terhadap  Ketua  Kwartir  selaku
Penanggung Jawab umum

c.  Pelaksana Harian
(1).  Komandan
(a).  Memimpin kesatuan dalam tugas dan kegiatan Ubaloka
(b).  Mengkoordinasikan  dan  mengendalikan  pengerahan  anggota
Ubaloka dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan.
(c).  Mengkoordinasikan  tugas  dan  kegiatan  Ubaloka  dengan
instansi atau kesatuan pertolongan lain.
(d).  Mengembangkan  kemampuan  dan  keterampilan  anggota
Ubaloka
(e).  Membantu tugas dan tanggung jawab Majelis Pembina
(f).      Bertanggung  jawab  terhadap  Ketua  Dewan  Kerja  selaku
Penanggung Jawab Teknis.
(2).  Wakil Komandan
(a).  Bertanggung jawab terhadap pengembangan dan pelaksanaan
pendidikan dan pelatihan Ubaloka.
(b).  Membantu tugas dan tanggung jawab Komandan.
(3).  Sekretaris
(a).  Mendokumentasikan dan menginventarisir tugas dan kegiatan
Ubaloka
(b).  Membantu tugas dan tanggung jawab Komandan.
(4).  Bendahara
(a).  Mengakomodir dan mengalokasikan kebutuhan keuangan
(b).  Membantu tugas dan tanggung jawab Komandan.
(5).  Kepala Seksi Operasional   9
(a).  Menunjuk  dan  menetapkan  anggota  seksi  Operasional
berdasarkan  kemampuan  dan  keterampilan  yang  dimiliki
melalui Komandan.
(b).  Melaksanakan  kegiatan  rutin  bagi  peningkatan  kemampuan
dan keterampilan anggota
(c).  Membantu tugas dan tanggung jawab Komandan.
(6).  Kepala Seksi Administrasi dan Personil
(a).  Menunjuk  dan  menetapkan  anggota  seksi  administrasi  dan
personil  berdasarkan  kemampuan  dan  keterampilan  yang
dimiliki melalui Komandan.
(b).  Melaksanakan kegiatan pendataan dan rekruitmen anggota
(c).  Membantu tugas dan tanggung jawab Komandan.
(7).  Kepala Seksi Logistik
(a).  Menunjuk dan menetapkan anggota seksi logistik berdasarkan
kemampuan dan keterampilan yang dimiliki melalui Komandan.
(b).  Mengakomodir  dan mengalokasikan  kebutuhan  perlengkapan
tugas kegiatan Ubaloka
(c).  Membantu tugas dan tanggung jawab Komandan.

15. HUBUNGAN KERJA
a.  Hubungan  kerja  adalah  interaksi  yang  dilakukan  oleh  Ubaloka  dalam
melaksanakan tugas pokok sesuai dengan maksud dan tujuannya.
b.  Hubungan kerja dengan Kwartir
Bentuk  hubungan  kerja  Ubaloka  dengan  kwartir  dalam  kedudukannya
sebagai  Unit  Kegiatan  Dewan  Kerja  adalah  garis  hubungan  koordinasi,
konsultasi,  dan  informasi  dalam  merencanakan,  mengorganisasikan,
melaksanakan, dan menilai pelaksanaan tugas pokoknya.
c.  Hubungan antara Ubaloka
Bentuk hubungan antara Ubaloka adalah :
(1). Hubungan  antara Ubaloka  yang  berbeda  jajaran  adalah  dari  jajaran
yang  lebih  tinggi  kebawah,  berupa  garis  bimbingan,  koordinasi,
konsultasi dan informasi. Sedangkan dari jajaran yang lebih bawah ke
atas adalah koordinasi, konsultasi dan pelaporan.
(2). Hubungan  antara  Ubaloka  yang  setingkat  adalah  garis  hubungan
koordinasi, informasi dan kerja sama.
(3). Hubungan Ubaloka  seperti  yang  dimaksud  dalam  Pt.  15.c.2.  apabila
melibatkan  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  antar  wilayah
kerja  yang  bersangkutan  dilakukan  dengan  sepengetahuan  Kwartir
yang berkaitan dengan wilayah kerja tersebut.
d.  Hubungan dengan organisasi diluar Gerakan Pramuka
(1).  Ubaloka  dapat  menyelenggarakan  hubungan  kerjasama  dengan
organisasi diluar Gerakan Pramuka dengan sepengetahuan Kwartir.
(2).  Bentuk kerjasama dan hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan
kerjasama tersebut dilakukan dengan sepengetahuan Kwartir.

16. MASA BHAKTI
Masa  Bhakti  kepengurusan  Ubaloka  disesuaikan  dengan  masa  bakti
kepengurusan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.




 BAB VI
KEANGGOTAAN

17.  UMUM
a.  Anggota  Ubaloka  adalah  anggota  Pramuka  yang  telah  dan  pernah
mengikuti Gladi Tangguh Ubaloka dan dinyatakan Lulus;   10
b.  Gladi  Tangguh  yang  merupakan  persyaratan  untuk  menjadi  anggota
Ubaloka  diikuti  oleh  Pramuka  Penegak  dan  Pramuka  Pandega  Kwartir
Daerah  11  Jawa  Tengah  dengan  persyaratan-persyaratan  yang  telah
ditentukan;
c.  Keanggotaan  Ubaloka  ditandai  dengan  pemakaian  Brevet  Ubaloka  pada
pakaian seragam pramuka dan diberikannya Kartu  tanda anggota;
d.  Anggota  dengan  prestasi  dan  kemampuan  tertentu  dapat  mengenakan
brevet  sebagai  tanda  kualifikasi  sesuai  dengan  Brevet  yang  dikeluarkan
oleh instansi terkait;
e.  Ketua Dewan Kerja merupakan anggota Kehormatan Ubaloka;
f.  Anggota Dewan Kerja  secara  ex-officio menjadi  anggota Ubaloka  setelah
dilakukannya pengukuhan;
g.  Keanggotaan Ubaloka berlaku seumur hidup.

18.  JENIS
Anggota Ubaloka dibagi dalam dua jenis keanggotaan :
a.  Anggota Biasa;
Adalah anggota Pramuka yang telah dan pernah mengikuti Gladi tangguh
dan dinyatakan lulus.
b.  Anggota Kehormatan;
Adalah anggota pramuka dan atau orang yang sering berkecimpung dalam
kegiatan-kegiatan kepramukaan dan dipandang mampu serta terlibat aktif
dalam  usaha-usaha  pengembangan  Ubaloka  dalam  rangka  mendukung
pelaksanaan  tugas  dan  kegiatan  Ubaloka,  dan  pengangkatannya
berdasarkan kesepakatan anggota aktif Ubaloka diwilayah masing-masing.
 
BAB VII
SANKSI

19.  JENIS
Sanksi  yang  diberikan  kepada  anggota  Ubaloka  yang  melanggar  kode  etik
Gerakan Pramuka berupa :
a.  Lisan;
b.  Tertulis;
c.  Skorsing;
d.  Pencabutan keanggotaan.

20.  YANG BERHAK MEMBERIKAN SANKSI
Yang berhak memberikan sanksi adalah :
a.  Komandan Ubaloka;
b.  Majelis Pembina;
c.  Apabila diperlukan Dewan Kehormatan dapat dibentuk untuk memberikan
sanksi yang beranggotakan Majelis Pembina dan Komandan Ubaloka.

BAB VIII
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

21. HAK ANGGOTA
a.  Semua anggota mempunyai hak mengikuti semua kegiatan Ubaloka
b.  Semua anggota mempunyai hak memiliki atribut dan mengenakannya


22.  KEWAJIBAN ANGGOTA
a.  Melaksanakan tugas-tugas pertolongan;
b.  Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan;
c.  Menyebarluaskan  pengetahuan  dan  keterampilan  dibidang  pertolongan
kepada sesama anggota Gerakan Pramuka dan Masyarakat;
d.  Memakai  atribut dan  kelengkapan Ubaloka pada  saat mengikuti  kegiatan
Ubaloka dan melaksanakan tugas-tugas sebagai anggota Ubaloka.   11
BAB IX
PENDIDIKAN

23.  JENIS PENDIDIKAN
Pendidikan  yang  diselenggarakan  oleh  Ubaloka  terdiri  dari  Gladi  Tangguh
Ubaloka dan Gladi Mantap Ubaloka dengan ketentuan :
a.  Gladi  Tangguh  Ubaloka  dan  Gladi  Mantap  Ubaloka  diselenggarakan  oleh
Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah.
b.  Kwartir  Cabang  dapat  menyelenggarakan  Gladi  Tangguh  Ubaloka  dan
Gladi  Mantap  Ubaloka  atas  rekomendasi  Ketua  Kwartir  Daerah  11  Jawa
Tengah  yang  sesuai  dengan  kurikulum  dan  standarisasi  kegiatan  yang
ditetapkan oleh Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah
c.  Setiap anggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dapat mengikuti
Gladi  Tangguh Ubaloka  dan Gladi Mantap Ubaloka  yang  diselenggarakan
oleh Kwartir Cabang yang lain di wilayah Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah.

BAB X
AMSAL

24.  AMSAL
Amsal  dari  Ubaloka  Kwartir  Daerah  11  Jawa  Tengah  adalah  “YUANA
PRATIDINA BHAKTI YOJANA”

25.  ARTI
Arti kiasan dari Amsal Ubaloka “ Yuana Pratidina Bhakti Yojana “ adalah :
a.  Yuana,  berarti  orang  muda,  yakni  Pramuka  Kwartir  Daerah  11  Jawa
Tengah anggota Ubaloka
b.  Pratidina;  berarti  siap  sedia  setiap  saat,  yakni  anggota  Ubaloka  Jawa
Tengah  siap  sedia  setiap  saat  dimanapun,  kapanpun  dan  dalam  kondisi
apapun apabila dibutuhkan dalam setiap pertolongan kemanusiaan;
c.  Bhakti;  berarti  berbhakti,  yakni  anggota  Ubaloka  Jawa  Tengah  siap
mengabdikan dirinya bagi Gerakan Pramuka, masyarakat dan negara;
d.  Yojana; berarti bumi, yakni wilayah Indonesia;
e.  Keseluruhan arti dari Yuana Pratidina Bhakti Yojana adalah bahwa anggota
Ubaloka Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah dimanapun, kapanpun dan dalam
kondisi  apapun  selalu  siap  sedia memberikan  pertolongan  kemanusiaan
untuk  Gerakan  Pramuka,  masyarakat  dan  negara  di  wilayah  Indonesia
dengan tidak memandang asal-usulnya.

BAB XI
 BENDERA UBALOKA

26. KETENTUAN
a.  Masing-masing Kwartir dapat membuat bendera Ubaloka.
b.  Bendera Ubaloka berwarna dasar orange bergambar lambang Brevet
Ubaloka ditengah, dengan lambing Ambalan Dewan Kerja Pramuka
Penegak dan Pramuka Pandega pada bagian kanan atas dan Amsal
Ubaloka
c.  Bendera Ubaloka berukuran 60 x 90 cm.

BAB XII
 BREVET

27.BENTUK
Brevet Ubaloka  berbentuk  elips  tak  beraturan  berukuran  panjang  5  cm  dan
lebar 2 cm (gambar terlampir) yang terdiri dari gambar :
a.  Padi Kapas; melambangkan keadilan dan kemakmuran yng berarti bahwa
Ubaloka  selalu  berupaya  untuk  memberikan  hasil  yang  terbaik  dalam
usaha-usaha pertolongan bagi umat manusia.   12
b.  Siluet  Tunas  Kelapa  dan  bintang;  artinya  Ubaloka  merupakan  unit
kegiatan yang dimiliki oleh Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah
c.  Pisau Komando; artinya bahwa anggota Ubaloka adalah anggota pramuka
yang terlatih dan dapat diandalkan dalam bidang pertolongan
d.  Red  cross;  artinya  bahwa  anggota  Ubaloka  selalu  siap  sedia  menolong
dimana saja tanpa memandang perbedaan yang ada
e.  Pita bertuliskan “ Yuana Pratidina Bhakti Yojana “; artinya melambangkan
amsal dari anggota Ubaloka
f.  Brevet Ubaloka terdiri dari : brevet yang terbuat dari logam warna kuning
emas  tanpa  warna  dasar  atau  yang  terbuat  dari  kain  dengan  bordiran
berwarna kuning dengan warna dasar hitam


28.TATA CARA PEMAKAIAN
a.  Brevet Ubaloka  Kwartir Daerah  11  Jawa  Tengah  khusus  dikenakan  pada
seragam Pramuka disebelah kanan dan diletakkan di atas nama dibawah
WOSM.
b.  Brevet  hanya  dikenakan  oleh  anggota  Pramuka  yang  sudah  lulus  Gladi
Tangguh Ubaloka.

BAB XIII
SANDI DAN LOGO

29.  PENGGUNAAN
Sandi  Ubaloka  dibacakan  pada  saat  pelantikan  anggota  Ubaloka  dan  apel
kesiapan anggota Ubaloka

30.  SIKAP
Sikap saat Sandi Ubaloka dibaca, seorang anggota Ubaloka harus mengambil
sikap  sempurna  dengan  tangan  kanan  memegang  setangan  lehernya  dan
diletakkan  pada  dada  sebelah  kiri  searah  dengan  detak  jantung.  Pada  saat
akhir Sandi, amsal Ubaloka diucapkan secara bersama-sama.

31. LOGO
Logo  Ubaloka  berbentuk  juring.  Adapun  tata  cara  pemakaian  Logo  Ubaloka
diatur sebagai berikut :
a.  Logo  Ubaloka  Kwartir  Daerah  11  Jawa  Tengah  dikenakan  pada  kaos
lapangan di dada sebelah kiri atas.
b.  Logo Ubaloka Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah dikenakan pada topi rimba
dibagian depan.
BAB XIV
SERAGAM DAN KARTU TANDA ANGGOTA

32.  SERAGAM
Seragam Ubaloka terdiri dari 3 (tiga) macam :
a.  Pakaian Seragam Harian (PSH) berupa pakaian seragam Pramuka lengkap
mengenakan Brevet Ubaloka.
b.  Pakaian Seragam Lapangan (PSL) (gambar terlampir).
Terdiri dari :
1.  Kaos  lengan  panjang  warna  orange  dengan  kerah  dan  bagian
pergelangan tangan berwarna hitam.
2.  Kaos bagian depan bergambar logo Ubaloka di dada sebelah kiri atas
dengan tulisan nama Kwartir Cabang diatasnya.
3.  Kaos bagian belakang bertuliskan : UNIT BANTU PERTOLONGAN
       P   R   A   M   U   K   A
4.  Celana lapangan warna coklat tua
5.  Sepatu PDL warna hitam
6.  Topi  rimba  warna  hitam  yang  dilengkapi  dengan  logo  Ubaloka  di
bagian depannya.   13
 c.   Pakaian  Dinas  Khusus  (PDSUS)  yang  digunakan  dalam  kegiatan  khusus
seperti  :  Pelatihan  dalam  ruangan,  pertemuan  khusus,  dan  lain
sebagainya. Sesuai dengan gambar terlampir terdiri dari :
1.  Kemeja lengan panjang berwarna coklat (kain proff army no.4)
2.  Kemeja bagian depan diatas saku sebelah kanan terdapat nama dan
diatasnya terdapat brevet ubaloka
3.  Lengan bagan kanan  terdapat  juring ubaloka dengan nama Kwartir
Cabang masing-masing  di  atasnya  dan  lengan  bagian  kiri  terdapat
tanda cross-life
4.  Celana PDH berwarna coklat tua
5.  Sepatu PDH
33.  KARTU TANDA ANGGOTA
a.  Kartu  Tanda  Anggota  (KTA)    Ubaloka  yang  dimaksud  adalah  Kartu
Pengenal  Ubaloka  yang wajib  dimiliki  oleh  setiap  anggota  Ubaloka  yang
berlaku selama menjadi anggota Ubaloka.
b.  Kartu Tanda Anggota (KTA) wajib dibawa anggota Ubaloka ketika sedang
menjalankan tugas
c.  Kartu Tanda Anggota (KTA) Ubaloka berbentuk segi empat dengan ukuran
lebar  5  cm  dan  panjang  9  cm  dan  dikeluarkan  oleh  Kwartir  Daerah  11
Jawa Tengah (Gambar terlampir).
     
BAB XV
PEMBIAYAAN

34.  PENDANAAN
a.  Pembiayaan Ubaloka berasal dari Kwartir yang bersangkutan;
b.  Apabila  dimungkinkan  biaya  bisa  didapatkan  dari  pihak-pihak  lain  yang
tidak mengikat dan tidak menyalahi aturan Gerakan Pramuka.

35.  IURAN
a.  Iuran  anggota  dapat  diterapkan  masing-masing  Kwartir  yang
menyelenggarakan Ubaloka.
b.  Besar  dan  macam  iuran  yang  ditetapkan  diserahkan  pada  masing  –
masing jajaran Ubaloka

BAB XVI
PENUTUP

Petunjuk Penyelenggaraan  ini merupakan pedoman bagi penyelenggara Ubaloka
di setiap jajaran Kwartir Cabang.
Hal-hal  teknis yang berkaitan dengan petunjuk penyelenggaraan  ini akan diatur
kemudian.


  Ditetapkan di   :  S e m a r a n g
  Pada tanggal    :  26 Maret 2009

  Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah
  Ketua,
 



     Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc
    14
Lampiran BAB XI BREVET Nomor 26 Bentuk















Lampiran BAB XII BENDERA Nomor 28 Ketentuan
















   15
Lampiran BAB XIII SANDI DAN LOGO Nomor 28 Penggunaan

SANDI UBALOKA

Tapak-tapak kaki suci sebagai tengara,
Ganda jasad sebagai harum kesuma,
Seonggok benda bermakna selaksa arti, „tuk temukan insan tertimpa dahana.

Gunung menjulang bukan halangan,
Jurang menerjal tak jadi pepalang,
Alun bergolak tak hendak putuskan cita,
Walau ombak menerjang.

Menghempas kikisan karang, maruta menghalau segala yang ada,
Asa tak hendak pupus bagai asap dupa ditelan angkasa,
Hati tetap kan teguh,
Seteguh cahya permata, menolong tanpa pamrih.

Pemuda-pemuda perkasa,
Sedia setiap kala,
Berbhakti,
Mengabdi diatas yojana,
Menolong tak pandang kasta,
Memapah tak pandang usia, dengan tanpa tuduh dan sangka.

Tak hendak mengambil kecuali menyungging lukis,
Tak akan merusak bila bukan guna jejak,
Tak bakal membunuh kecuali sang kala,
Berniat sesuci wijaya kesuma, berdiri tegar tak kenal rintang.

Rerawe rantas pepalang ilang,
Berbekal keyakinan akan kemenangan,
Dahana pantang dicari, bersua petaka pantang menyerah,
Menunjung tinggi senantiasa,
Amsal kehormatan UBALOKA

YUANA PRATIDINA BHAKTI YOJANA



Lampiran BAB XIII SANDI DAN LOGO Nomor 31 Logo














   16
Lampiran BAB XIII SERAGAM DAN KARTU TANDA ANGGOTA Nomor 32
Seragam point b















Lampiran BAB XIII SERAGAM DAN KARTU TANDA ANGGOTA Nomor 32
Seragam point c


























   17
Lampiran BAB XIII SERAGAM DAN KARTU TANDA ANGGOTA Nomor 33
Kartu Tanda Anggota
Bagian depan



















Bagian belakang
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar